Jangan Salah, Anak Juga Bisa Alami Masalah TIdur! Ini Jenis dan Cara Mengatasinya

Jangan Salah, Anak Juga Bisa Alami Masalah TIdur! Ini Jenis dan Cara Mengatasinya

Jika kamu mengira masalah tidur, seperti insomnia, hanya bisa dialami oleh orang dewasa, kamu salah besar. Anak-anak, bahkan sejak usianya masih beberapa bulan, sudah bisa mengalami masalah tidur.

Padahal, anak-anak dan remaja membutuhkan setidaknya sembilan jam tidur setiap malam. Jika mereka mengalami masalah tidur atau kurang tidur, maka itu dapat berdampak negatif pada performanya di sekolah, selama kegiatan ekstrakurikuler, dan dalam hubungan sosial.

Tanda Anak Mengalami Masalah Tidur

Jika anak menunjukkan beberapa tanda di bawah ini, kemungkinan besar anak mengalami masalah tidur. Tanda-tandanya sebagai berikut:

  • Mendengkur

  • Berhenti bernafas saat tidur

  • Kesulitan tertidur

  • Susah tetap terjaga di siang hari

  • Penurunan kinerja di siang hari yang tidak dapat dijelaskan

  • Menggeretakkan gigi

  • Mengompol

  • Gelisah saat tidur

  • Kesulitan bangun di pagi hari

Dampak Anak yang Mengalami Masalah Tidur

Saat anak-anak atau remaja tidak cukup tidur di malam hari, mereka mungkin akan mengalami beberapa hal berikut:

  • Sering rewel, mudah tersinggung, atau terlalu emosional.

  • Kesulitan berkonsentrasi di sekolah atau di rumah

  • Tertidur saat berkendara di dalam mobil.

  • Kesulitan mengikuti percakapan atau terlihat sering "melamun".

  • Sulit bangun atau tertidur lagi setelah bangun untuk beraktivitas.

  • Sering mengantuk atau "tertidur" lebih awal dari waktu tidur biasanya.

  • Memiliki memori yang buruk

  • Merasa lebih lelah di siang hari

  • Kebutuhan untuk tidur siang lebih banyak

  • Mengalami masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan

Jenis Masalah Tidur yang Sering Terjadi pada Anak

Diantara banyak masalah tidur, berikut adalah beberapa jenis yang sering dialami oleh anak dan remaja.

1. Insomnia

Ini adalah salah satu gangguan tidur paling umum dan mempengaruhi 20% – 30% anak-anak. Gejala utamanya adalah sulit tidur, tetap tidur, atau keduanya. Para ahli medis membagi insomnia pada anak-anak ke dalam tiga kategori.

  • Insomnia perilaku: Paling umum terjadi pada anak-anak hingga usia 5 tahun, dikaitkan dengan kesulitan tidur, membutuhkan waktu yang lama untuk tertidur, dan sering terbangun di malam hari.

  • Insomnia terkondisi: Lebih umum terjadi pada anak-anak yang lebih besar dan remaja. Terjadi ketika perasaan cemas yang berkaitan dengan waktu tidur yang mencegahnya untuk tertidur atau tetap tertidur.

  • Gangguan tidur sementara: Misalnya saat bepergian, sakit, atau peristiwa kehidupan yang penuh tekanan yang menyebabkan serangan insomnia jangka pendek.

2. Obstructive Sleep Apnea

Disebut juga dengan apnea tidur obstruktif, ini terjadi ketika jaringan di tenggorokan menghalangi aliran udara selama tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan henti napas sesaat yang sering terjadi dan secara signifikan dapat mengganggu tidur malam.

Sekitar 1% – 5% dari anak-anak mengalami apnea tidur obstruktif, yang penyebab umumnya termasuk pembesaran amandel, obesitas, dan kondisi gigi tertentu atau cacat lahir.

Mayoritas anak-anak dengan sleep apnea juga mengalami mendengkur. Namun, perlu diingat bahwa mendengkur relatif umum terjadi dan tidak selalu mengindikasikan masalah. Bahkan, antara 10% – 17% anak-anak mendengkur mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda apnea tidur lainnya.

3. Berjalan dalam Tidur dan Mengompol

Kedua masalah tidur ini lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Ada sekitar 5% anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda berjalan dalam tidur dan sekitar 15% anak berusia 7 tahun mengalami ngompol.

Angka tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan 1,5% orang dewasa yang tidur berjalan dan 0,5% – 1% orang dewasa yang ngompol.

4. Teror Malam dan Mimpi Buruk

Ini adalah jenis parasomnia saat anak yang tidur tiba-tiba terbangun dengan perasaan takut dan panik, tetapi biasanya tidak memiliki ingatan akan kejadian yang menakutkan tersebut. Ada sekitar 30% anak-anak mengalami teror malam, yang biasanya terjadi antara usia 3 – 7 tahun.

Selain itu, anak juga bisa mengalami mimpi buruk yang lebih sering terjadi selama tidur Rapid Eye Movement (REM) atau tahap tidur yang biasanya dikaitkan dengan mimpi. . Anak yang bermimpi buruk biasanya disebabkan oleh stres atau peristiwa besar dalam hidupnya.

5. Bruxism

Ini adalah gangguan saat anak menggemeretakkan gigi secara berulang-ulang saat tidur yang dapat mengganggu tidurnya. Menggeretakkan gigi juga dapat menyebabkan sejumlah gejala yang menyakitkan termasuk sakit kepala, kerusakan gigi, dan cedera pada otot rahang.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Jika anak sering mengalami masalah yang berkaitan dengan tidur, ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan oleh orang tua, yaitu sebagai berikut. 

  • Tingkatkan kebersihan tidur. Untuk anak yang lebih kecil, rutinitas tidur yang konsisten akan mendorong tidur yang sehat dan hasil positif lainnya seperti perkembangan bahasa dan ikatan keluarga.

  • Kurangi pemicu stres dengan melakukan meditasi mindfulness yang dapat menjadi cara efektif untuk membantu mengurangi kecemasan pada anak-anak terkait stres.

  • Mengoptimalkan lingkungan tidur yang dapat membantu meningkatkan relaksasi, yaitu dengan meminimalkan suara bising, menjaga agar lampu tetap redup sebelum tidur, dan mengontrol suhu agar tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

  • Tentukan jam berapa anak tidur. Mulailah dengan rutinitas "menenangkan diri" sebelum tidur sekitar 30 menit sebelum waktu tidur, lalu majukan 5 – 10 menit setiap minggu sampai mendapatkan waktu tidur yang diinginkan.

  • Tetapkan batas waktu yang dihabiskan dengan anak ketika menidurkannya. Misalnya, bacakan hanya satu buku cerita, lalu gendong anak, dan ucapkan selamat malam.

  • Berikan anak mainan favoritnya, boneka, atau selimut favoritnya sebelum tidur. Jika anak bangun, bawa dia kembali ke tempat tidur lagi. Cobalah untuk konsisten melakukannya.

  • Jangan berikan anak makanan atau minuman yang mengandung kafein kurang dari 6 jam sebelum tidur, serta hindari memberi anak makan besar menjelang waktu tidur.

  • Tidak boleh ada televisi, komputer, ponsel, radio, atau musik yang diputar saat anak tidur. TV dan video game juga harus dimatikan setidaknya satu jam sebelum tidur.

Harap diingat bahwa masalah tidur yang terjadi hanya satu atau dua malam adalah hal yang normal. Namun, jika sudah terjadi terus-menerus atau gejala yang tidak biasa menghalangi anak untuk tidur nyenyak di malam hari, segera diskusikan dokter anak atau ahli tidur anak.

~Febria