Pentingnya Mengenali Minat dan Bakat Agar Tidak Salah Ambil Jurusan Kuliah

Pentingnya Mengenali Minat dan Bakat Agar Tidak Salah Ambil Jurusan Kuliah

Ada yang mengatakan bahwa anak yang baru lulus SMA tidak seharusnya langsung memilih jurusan kuliah karena banyak yang belum tahu atau kenal dengan bakat dan minat yang dimilikinya.

Itulah sebabnya tidak sedikit orang yang merasa salah ambil jurusan atau bahkan bekerja dan memiliki karir yang tidak sesuai dengan jurusan kuliahnya.

Di sinilah pentingnya anak mengenali bakat dan minat yang dimilikinya agar tidak salah mengambil jurusan. Dia harus bisa mempertimbangkannya secara matang agar tidak menyesal nantinya.

Psikolog pendidikan Irene Guntur mengatakan, "Bakat dan minat adalah dua hal yang berbeda, tetapi terkait. Bakat merujuk pada kemampuan bawaan atau potensi yang dimiliki seseorang dalam melakukan suatu aktivitas atau tugas tertentu. Adapun minat merujuk pada kecenderungan seseorang atau tertarik pada suatu subjek atau aktivitas tertentu."

Berbeda dengan bakat, minat bisa datang dari pengalaman dan eksposur sebelumnya atau karena faktor-faktor lain. Sebut saja lingkungan tempat anak tumbuh atau keinginan untuk mencari sesuatu yang baru.

Menurut Irene, kedua hal tersebut bisa menjadi terkait karena bakat yang dimiliki anak dapat mempengaruhi minatnya pada suatu bidang tertentu.

Lalu, bagaimana caranya agar anak tahu dan lebih kenal dengan bakat dan minat yang dimiliki dirinya? Berikut adalah beberapa caranya. 

1. Kenali Hobi dan Hal-hal yang Membuat Anak Tertarik

Saat akan menentukan jurusan kuliah, hal pertama yang sebaiknya dilakukan anak adalah mengetahui hal-hal yang membuatnya tertarik dan bisa dinikmati saat melakukannya. Caranya bisa dimulai dengan mengenali hobi atau hal-hal yang disukainya.

Meski terdengar sepele, tetapi ini bisa menjadi patokan untuk menentukan jurusan kuliah yang tepat untuknya. Jika jurusannya tepat, anak akan merasa lebih nyaman menjalani perkuliahan yang waktunya lebih panjang dibandingkan sekolah.

2. Perhatikan Bidang yang Dikuasai Anak

Cara lain agar anak mengenali bakat dan minatnya adalah dengan memperhatikan bidang-bidang yang dikuasainya. Kemungkinan besar ini adalah bidang yang juga disukainya.

Banyak anak yang tidak menyadari atau bahkan memperhatikan bidang yang dikuasainya. Dia hanya merasa hal yang dikuasainya itu sebagai hal yang biasa dan tidak ada berpengaruh dengan bakat.

Untuk bisa mengetahuinya, orang tua juga bisa meminta bantuan dari orang-orang terdekat, bahkan dari profesional.

3. Hal yang Ingin Dilakukan Anak, tetapi Belum Terlaksana

Coba ingat-ingat, apakah ada hal yang selama ini ingin dilakukan oleh anak, tetapi karena satu dan lain hal bisa bisa terlaksana? Ini bisa menjadi minat dan bakatnya yang masih tersembunyi dan belum disadari.

Mungkin saja hal tersebut akan menjadi tantangan bagi anak, tetapi tidak jarang bisa menjalani tantangan merupakan cara untuk menemukan bakat yang terpendam.

4. Cari Hal yang Memotivasi dan Menginspirasi Anak

Setiap anak pasti memiliki hal yang membuatnya termotivasi untuk melakukan sesuatu, termasuk belajar. Mungkin juga dia memiliki inspirasi tersendiri yang membuatnya terus semangat dalam menempuh pendidikan. 

Misalnya, ada anak yang suka membaca buku sehingga termotivasi dan terinspirasi dari penulis favoritnya. Ini bisa menjadi tanda kalau mungkin saja anak cocok kuliah di jurusan literasi atau bahasa atau penulisan, yang terkait dengan hal yang memotivasi dan menginspirasinya.

5. Lihat Cara Anak Menyelesaikan Aktivitasnya Sehari-hari

Ini bisa menjadi cara lain untuk menemukan minat dan bakat anak. Karena pada dasarnya bakat adalah kemampuan dasar anak untuk belajar dalam tempo yang relatif cepat dibandingkan dengan orang lain, tetapi dengan hasil yang justru lebih baik.

Jadi, jika ada aktivitas yang bisa dilakukan anak lebih baik dari orang lain, itu bisa jadi potensi bakat anak yang bisa membantunya menemukan jurusan kuliah yang tepat. 

6. Lihat Role Model Anak

Tanyakan pada anak siapa saja orang– baik terkenal atau tidak terkenal– yang menjadi role model atau panutan dalam hidupnya. Kemudian tanyakan, hal apa yang secara spesifik dari orang tersebut yang membuat anak terinspirasi.

Hal ini akan membantu anak mengetahui apa yang sebenarnya ingin dicapai, tetapi belum disadarinya. Orang  yang menjadi role model atau panutannya ini akan membuka mata anak mengenai apa yang sebenarnya ingin dipelajarinya di bangku kuliah.

7. Lihat Prestasi Akademik Anak

Ini memang bukan satu-satunya hal untuk yang bisa menentukan jurusan kuliah yang tepat untuk anak. Namun, prestasi akademik bisa menjadi bukti pencapaian dalam pendidikan yang bisa dijadikan pertimbangan untuk menentukan jurusan kuliah.

Temukan satu atau beberapa mata pelajaran yang dikuasai anak dan yang konsisten mendapatkan nilai terbaik. Itu bisa menjadi petunjuk apa yang sebenarnya menjadi minat  dan bakat anak. 

Bukan tanpa alasan jika anak terus-menerus mendapatkan nilai bagus di bahasa Inggris karena itu mungkin yang memang menjadi minat dan bakatnya

8. Ikut Tes Minat dan Bakat, Jika Perlu

Jika orang tua masih sulit melihat minat dan bakat anak– sedangkan anak juga sama saja, maka tes minat bakat mungkin perlu dilakukan. 

Biasanya dalam tes akan terdiri dari dua bagian, yaitu tes minat dan tes bakat.

Tes minat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu aktivitas kesukaan, aktivitas dengan kemampuan, dan profesi yang disukai. Hasilnya akan memperlihatkan ketertarikan anak pada kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan minatnya.

Sementara tes bakat umumnya terdiri dari lima bagian pertanyaan, yaitu penalaran deduktif, induktif, aritmatika, spasial, dan reasoning. Hasil dari tes ini akan memperlihatkan penjelasan setiap subtes penalaran dan rekomendasi jurusan yang sesuai.

Jadi, jangan tunda untuk mengenali minat dan bakat anak sedini mungkin. Dengan begitu, anak mungkin tidak akan bingung saat menentukan jurusan kuliah dan tidak salah jurusan. ~ Febria 

 

Video tentang Pentingnya Mengenali Minat dan Bakat bisa dilihat di Video  di bawah ini